Puisi-Puisi Dimas Arika Mihardja
( Penyair Jambi, Pengajar Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan daerah
FKIP Universitas Jambi )
Meminang Batu
: bersama diah hadaning
Di tanah berbatu senja begitu renta
waktu belum mengenal pesan singkat
tapi kita begitu dekat. cuaca memang bening
di kerut kening :
bacakan sajak paling enak, dimas
aku pun menuju dan meninju podium batu
gelegar, petir menyambar mimbar
serpihan batu mengotori gaun hitam, selendangmu
berkibar :
lihat segitiga sama sisi, dimas
langit : segalanya tampak wingit
bumi : sejuta gelisah yang membuncah
laut : riak dan ombak berontak
di kedalaman sajak :
bercak dan isak !
Bengkel Puisi Swadaya Mandiri,2007-03-22
Dari : Antologi Puisi dari Negeri Jambi “ Negeri Angsa Putih “
Pesan Singkat
(1)
lihat pohonpohon hayat
relief ayatayat terpahat
embun basuh daun
(2)
baca gericik air kolam jiwa
di kedalamannya ikanikan berenang
melahap setumpuk hasrat yang terlipat
(3)
rasakan sahara dan savanna dalam dada
ada dengus nafas perjalanan
tikungantikungan dan terminal
(4)
tsunami dalam diri
tiap detik berdetak
jam mengeram dan pendulum berayun
(5)
gempa dalam dada
berguncangguncang
jangan tumbang pepohonan
Bengkel Puisi Swadaya Mandiri, Jambi 2007
Dari : Antologi Kenduri Puisi
Buah Hati Untuk Diah Hadaning
Rumah Sajak
Masuklah ke ruang-dalam. Pintupintu kata
telah terbuka. Menyelamlah
di kedalaman makna tegur-sapa. Adakah kau lihat
figura dunia, potret keluarga, panorama alam benda
bergantung pada cuaca ? Masuklah
ke dalam tiap bilik. Ruang belajar
sanggar kerja, ruang cengkerama. Adakah
kau dengar cerita bukubuku, ngilu dan gerutu ? Masuk
dan duduklah di ruang tamu. Kursikursi
tak lelah berkisah tentang sesuatu
yang tak pernah kalian pahami. Seperti Koran
dan televisi tak bosan mengemas rasa waswas. Masuk
dan duduklah ke ruang-dalam. Pergumulan
dan percumbuan larut dalam denyut hingga pagutan maut
melahirkan sajak-sajak penuh isak !
2008-05-11
Dari : Bunga Rampai Puisi Temu Sastrawan Indonesia 1
“ Tanah Pilih “



March 19th, 2009 at 16:53
Sugeng Ndalu, Abah.
Maaf, aku telah menjelajahimu tanpa lelah. Maaf, abah telah semakin gila, memunguti puisi demi puisi (bukan demi kegilaan itu sendiri). Maaf, kerinduaan ini makin membiru di antara rintik hujaan, ricik suara malam, dan adakah abah dengarkan riak dan ombak batanghari menyisir nadi? Maaf, aku kembali permisi untuk memungut puisi. Salam kreatif, semoga senja penuh warna.
March 20th, 2009 at 12:07
Bahasanya bagus sekali…. Semoga eyang selalu mengeluarkan puisi2 berbahasa sastra yg baik
March 20th, 2009 at 12:35
A.w.w.
Laman ini sangat layak Bapak ikutkan dalam lomba blog bertema sastra dan bahasa yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Bandung dan Pusat Bahasa.
By the way, puisi di atas sangat bagus. Kata-katanya sangat menyentuh kalbu saya. Oh ya Pak, silakan Bapak melayari laman saya dan berikan juga komentar terhadap isi dan tampilannya.
Penyampaian lainnya:
Asalamualaikum dan Salam Sejahtera
Ybhg. Datuk/Datin/Prof/Prof Madya/Dr/Tuan/Puan
PERSIDANGAN SENI KEBANGSAAN 09, UNIVERSITI MALAYSIA SABAH
PADA 24-25 JULAI 2009
Salam takzim daripada saya, Tuan puan adalah dijemput untuk menghadiri persidangan SENI KEBANGSAAN pada 24-25 Julai 2009. di Universiti Malaysia Sabah . Tuan/puan boleh layari laman web UMS untuk mendaftar/ menghantar abstrak secara online. Sekian terima kasih
Informasi selengkapnya hubungi saya.
Wasalam.
March 20th, 2009 at 13:02
Siapa bilang puisi nol besar, wah begitu konyol. Wajar berkata demikian sebab belum pernah masuk ke dalamnya. Pada sajak ” Rumah Sajak “, Bung Dimas Penyair Jambi ini dengan arif mengajak sesiapa agar mengenal secara dekat sosok puisi itu. Semoga.
March 26th, 2009 at 17:54
malam melayari wajahmu, abah, yang tak lelah memandangi kaca. bulan dan matahari berdegup di jantungmu, hingga kita panen gerhana di ujung senja. ya, di ujung senja bebintang makin bercahaya. salam kreatif selalu (dimas arika mihardja)
May 14th, 2009 at 09:47
tolong dong buat kan puisi tema tentang cinta kirim kan saja ke e-mail ku yah (stefi_maryana@yahoo.com)
makasih
June 15th, 2009 at 15:41
TOP…^^
oya buat semua…tolong dunk…
komentar tentang puisiku…
ini blog ku….
http://suara-hati-kita.blogspot.com/
August 12th, 2009 at 11:49
keren:)