KSSB


SALAM SASTRA
Sungguh suatu kebanggaan dan kehormatan bagi saya atas kunjungan Anda. Sebab kunjungan merupakan tali silaturrahmi yang melahirkan keakraban dan perdamaian di semesta ini. Saya berharap bertemu lagi lain waktu. .
Terima kasih
Arsyad Indradi
Kelompok Studi Sastra Banjarbaru
Jl.Pramuka No.16 RT 03 RW 06 Kelurahan Mentaos Banjarbaru 70711 Kalimantan Selatan,Indonesia
Telp. (0511) 4785603
HP. 081349573858
Email : merayusukma49@yahoo.co.id
zwani.com myspace graphic comments
Kunjungan
Terima Kasih kunjungan Anda
Rank
Maklumat
Untuk bahan rujukan,penelitian, referensi dan bahan pengajaran sastra, klik situs berikut ini : Penyair Nusantara Penyair Nusantara Penyair Kalsel Penyair Kalimantan Selatan Sastra Banua Banjar Sastra Banjar Arsyad Indradi Arsyad Indradi









Archive for March, 2009

Mantra Orang Banjar

Saturday, March 28th, 2009

: Arsyad Indradi

Arsyad Indradi

Mantra adalah ujar-ujar yang merupakan sumber kekuatan spritual leluhur pusaka Banjar ( Kalimantan ). Pada hakikatnya mantra adalah suatu permohonan kepada yang Maha Kuasa yang disampaikan dengan ujaran yang khas dan dengan gaya bahasa yang khas pula dengan keyakinan yang penuh bagi penggunanya.
Namun pada zaman sekarang ini mantra mulai langka. Andai pun ada, pemilik mantra merahasiakan keberadaan mantra dan cuma segelintir orang yang memiliki mantra itu pun hanya merupakan warisan kepada keluarga dan orang – orang tertentu. Ini pun tergantung keyakinan pemiliknya. (more…)

Himpunan Puisi “Dua Pintu Kita “-Utomo Soconingrat (Penyair Cilik) dari Negeri Angsa Putih

Monday, March 23rd, 2009
Dua Pintu Kita
Utomo Soconingrat

Utomo Soconingrat, Lahir di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, 13 Oktober 1999.Anak pertama dari dua bersaudara ini, mulai berniat menulis puisi sejak duduk di kelas 3 tepatnya saat gurunya Ibu Elita SPd menyuruh kakak dari Aulia Murti ini, membacakan puisi di depan kelas 3 Unggul SD Islam Al-Fallah. Seminggu setelah itu, puisi-puisi murid kelas 4 SD Islam Al-Fallah Jambi pun bermunculan. Puisi-puisi anak dari pasangan Lilik Bekti Lestari (ibu) dan EM Yogiswara (bapak), pernah termuat di Harian Pagi Jambi Ekspres dan Harian Pagi Jambi Independent. Kini tinggal di Jalan H Ibrahim Blok E-7 RT 11 Kelurahan Kenali Besar Kecamatan Kotabaru, Jambi. Email: utomosoconingrat@gmail.com Puisi – Puisinya : (more…)

Jambi Di Mata Penyair ( 2 )

Sunday, March 22nd, 2009

JAMBI EKSPRESS ONLINE / 23 Desember 2008

Respons rekan-rekan penyair sungguh luar biasa. Tercatat 34 penyair dari seluruh penjuru tanah air mengirimkan karyanya.
Di dalam perspektif penyair, Jambi tampil beraneka warna dan menyediakan berbagai ragam sudut pandang dalam ekspresi. Puisi-puisi yang dimuat dalam buku ini dapat dipandang sebagai semacam “buku putih” tentang lanskap kota bernama Jambi. (more…)

Pantun – Pantun ( Arsyad Indradi )

Sunday, March 22nd, 2009

Lebatnya tumbuh serumpun serai
Harum kembangnya tiada tara
Adat pusaka tidak dipakai
Rupa nan elok apa gunanya (more…)

DUET BACA PUISI ARSYAD INDRADI – MARTIN JANKOWSKI (penyair Jerman)

Saturday, March 21st, 2009

7 Desember 2006, Ulam Banjarmasin.

Martin-A.Indradi baca puisi

Kereta api Jakarta – Bogor (Martin Jankowski)

“Hari depan Indonesia adalah angsa-angsa putih yang berenang-renang sambil main pingpong di atas pulau Jawa yang tenggelam dan membawa seratus juta bola lampu 15 wat ke dasar lautan” Taufik Ismail

sebuah kereta mendekat dengan gemuruh
berdesakan orang memasuki kotak-kotak mendidih
tatapan mata mereka menjadi bubur manis
yang tumpah ke atas peron (more…)

MEMASUKI PINTU-PINTU PUISI, MEMAHAMI DUNIA IMAJINASI

Friday, March 20th, 2009

Oleh: Dr. Sudaryono, M.Pd

Dimas Arika Mihardja

Aku telah terbuka perlahan-lahan, seperti sebuah pintu, bagiku
satu persatu aku terbuka, bagai daun-daun pintu,
hingga akhirnya tak ada yang bernama rahasia;
begitu sederhana: sama sekali terbuka

(“Penyair” karya Sapardi Djoko Damono, Tonggak 2, hlm. 408—409)

Penyair dan Puisi: Pintu Terbuka
Puisi sederhana gubahan penyair Sapardi Djoko Damono ini sengaja diturunkan sebagai pangkal tolak pemikiran diskursif bahwa menghadapi dunia puisi haruslah siap menghadapi aneka kemungkinan. Melalui puisi bertajuk “Penyair” Sapardi Djoko Damono telah bertindak jujur, membuka diri dan hatinya secara terus terang, serta membuang jauh-jauh segala yang bernama rahasia. Segala rahasia tersibak bersama terkuaknya “pintu-pintu” kejujuran. Memang modal penyair dalam menulis puisi ialah kejujuran, bukan menyembunyikan sesuatu. Namun demikian, meskipun dilandasi oleh sebuah kejujuran, puisi tetaplah menawarkan misteri melalui aneka imajinasi. (more…)

TIGA PENYAIR DUNIA ( 1 )

Friday, March 20th, 2009

Henriette Roland Holst

HR Hold

Penyair Belanda lahir di Noord Wijk Binnen ( 1869-1953), Direktur Akademi Kesenian di Amsterdam. Kumpulan sajaknya antara lain : Verzen in Terzinen (1895), De Nieuwe Geboorte (1903),De Vrouw in het Woud (1912). Himpunan sajaknya seperti Tusschen Tijd en Eeuwigheid (1928) dan Uit de Diepte (1946) terasa berbau mistik dan kemanusiaan. Salah satu puisinya :

Kenang Daku Dalam Doamu

Kenang daku di dalam doa !
Doa ada hikmahnya :
m’luncur datang seperti caya
lintas malam kita

Doa adalah pukiran,
diresapi mesra,
dipadu dalam iman
murni-lembut

Damainya : lembut-mengharu
menawar sepinya perih;
kenang daku dalam doamu
agar sembuh aku kembali (more…)

Puisi-Puisi Dimas Arika Mihardja

Thursday, March 19th, 2009
Dimas Arika Mihardja

( Penyair Jambi, Pengajar Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan daerah
FKIP Universitas Jambi )

Meminang Batu
: bersama diah hadaning

Di tanah berbatu senja begitu renta
waktu belum mengenal pesan singkat
tapi kita begitu dekat. cuaca memang bening
di kerut kening :
bacakan sajak paling enak, dimas

aku pun menuju dan meninju podium batu
gelegar, petir menyambar mimbar
serpihan batu mengotori gaun hitam, selendangmu
berkibar :
lihat segitiga sama sisi, dimas

langit : segalanya tampak wingit
bumi : sejuta gelisah yang membuncah
laut : riak dan ombak berontak
di kedalaman sajak :
bercak dan isak !

Bengkel Puisi Swadaya Mandiri,2007-03-22
Dari : Antologi Puisi dari Negeri Jambi “ Negeri Angsa Putih “ (more…)

Sajak – Sajak Arsyad Indradi

Friday, March 13th, 2009

Posted by Puja on March 6,2009

http://www.republika.co.id

http://www.sastra-indonesia.com

SYAIR GURDAH

Siapa membaca syair gurdah
Di tengah malam ketika bulan memancar
Rumahrumah dan pepohonan pada tafakur


Menyingkap liriklirik yang dihampar angin

Mataku berlinangan membaca diri
Di alun terbang
Dalam dendang doa dan pujian

Bulan memancar
Bulan penuh di dalam dada
Memancar Subhanallah

Kemana kita menyempurnakan harapan
Ke sana kita menghadap menyerahkan diri

Banjrbaru, 2006 (more…)

Matinya Dewan Kesenian Daerah

Wednesday, March 11th, 2009

Oleh : Setia Budhi


Minggu terakhir Januari 2007, secara bertubi-tubi beberapa SMS merajam HP yang datang dari seseorang dengan inisial A.Ind. Beberapa kali pula SMS itu saya balas dan pada akhirnya beliau memperkenalkan diri sebagai Arsyad Indradi yang katanya lagi gundah terhadap berkesenian di kota Banjarbaru.
Tetapi apa yang disampaikan oleh Arsyad Indradi tidaklah semata berkesenian dan khususnya bersastra di Banjarbaru, dunia sastra dan kesenian nampaknya dalam keadaan yang sudah sampai pada titik jenuh, menghawatirkan, payah, parsah, luka, ngilu, pucat tak berdarah, dan menjurus pada sebuah kematian. Dapatkah tudingan kepayahan bersastra ini disampaikan pada Dewan Kesenian Daerah ? Dimanakah ruang pertapaan Dewan Kesenian Daerah ?
Menarik untuk mendiskusikan kegundahan berkesenian dengan fokus kesusastraan. Saya mengontak Ali “julak Asa” Syamsuddin dan Sandi Firly di Radar Banjarmasin, mengenai keluhan dunia sastra ini dan pada awalnya mau mengunci dengan kalimat “kalau tiada berguna bubarkan Dewan Kesenian Daerah”. Tetapi menggunakan “bubarkan” atau “pembubaran” seakan lembaga berkesenian di daerah itu sudah tiada berguna dan tidak dapat diharapkan lagi keberadaannya. Kalau sudah dibubarkan maka itu akan sama maknanya bahwa DKD sudah tidak diperlukan karena sudah mati. Benarkah ?. (more…)

Link Sahabat
zwani.com myspace graphic comments
Wisata
Pasar Terapung
Pasar Terapung Lok Baintan
Lokasi Wisata Pasar Terapung Lok Baintan harus jadi perhatian kita bersama
Daerah Cempaka Banjarbaru
Lokasi Pendulangan intan Daerah Cempaka Banjarbaru,wisata yang mengasikkan
Antologi Puisi