Sebuah Nukilan dari : Sembilan Cakrawala Satu Kilang
Sunday, May 17th, 2009Oleh : Ajamuddin Tifani
Catatan dari Antologi Cakrawala , Kumpulan puisi penyair Banjarbaru. Salah satunya : Arsyad Indradi.
………………………………………………………………………….
Ketika beragam penciptaan dalam puisi sudah melibur pasang dalam bangunan sastra kita, dan ketika puisi-puisi, dan seluruh perangkai dalam dunia penciptaan ini demikian banyak ragamnya, dan eksplorasi kata demikian mengagumkan pekembangannya, maka masihkah puisi ditulis orang ?
Jangan kuatir, puisi masih ditulis. Puisi masih didendangkan. Puisi masih dapat menyusupi batin kita, sebab kita masih membaca kitab-kitab suci. Kita tahu kitab-kitab suci itu mengemban pesan-pesan puitikal, dengan puisi itu sendiri sebagai sarana penyampaian.
Dan Arsyad Indradi menyadari akan hal itu. Ia menulis tanpa ampun. Hampir seluruh pernik perasaannya tentang puisi. Ia sesungguhnya penyair, sebelum ia menjadi penari tahun 70-an awal. Ia bukan saja mengekspore hampir seluruh gerak perasaannya, akan tetapi mengabadikannya dalam berbagai kumpulan puisi bersama. (more…)



