Archive for the ‘Uncategorized’ Category
Tiga Penyair Dunia ( 5 )
Thursday, February 25th, 2010Walt Whitman (1819-1892 )
Penyair Amerika.Ia memulai memunculkan sajak-sajak bebas modern. Banyak pengalaman hidup seperti menjadi : opas kantor, guru sekolah, redaktur, pembantu pendeta, tukang kayu, kusir kereta pos, penyalin dan jururawat. Ia merawat serdadu-serdadu yang luka dalam perang saudara di Amerika. Delapan tahun lamanya ia bekerja sebagaia klerk kantor pemerintah di Washington. Karena lumpuh ia berhenti. Buah penanya yang sangat terkenal : Leaves of Grass (1955), Out of Cradle Endlessly Rocking, dan Lilac Last in the Dooryard Bloomed. Whitman adalah seorang revolusioner, seorang berdarah pemberontak. Pengaruhnya dilapangan puisi berasa sampai di Eropah. Salah satu sajaknya : (more…)
Sekilas tentang Penyair Gila Arsyad Indradi dan Secuil Sajak Religiusnya
Thursday, February 25th, 2010Oleh : Mahmud Jauhari Ali
Penyair yang satu ini telah lama saya kenal dengan rambut panjangnya yang aduhai menawan hati. Bersama lima belas seniman Kalimantan Selatan lainnya pernah dipenjara kerena melawan pemerintah. Sejak tahun 1970-an awal hingga sekarang, penyair yang bernama lengkap Muhammad Arsyad Indradi ini masih setia dengan dunia kepenyairan lokal maupun nasional. Bahkan tak cuma itu, surat kabar Cina pun sempat memberitakannya di sana. (more…)
Puisi Arsyad Indradi :Kenduri Senja
Wednesday, February 3rd, 2010Kenduri Senja
: Diah H + Dimas AM
O jagat. Siapa membakar dupa disenja sunyi
Hingga ufuk menjadi surup
Dan tujuhratus dewi turun dari pelangi
Menarikan marifat cinta
Nyi Gondosuli membangun pertapaan yang ke tujuhpuluh,katamu
Akan melahirkan tujuhratus anyaman hati
Cakrawala kehidupannya
Mari kita tabuh tifa
Masuk dalam tujuhlapis asap wanginya
Olala
Kssb,2010
Puisi Arsyad Indradi : Rawi Meratus
Friday, January 22nd, 2010Rawi Meratus
Tak pupus asap kemenyan
Rohroh pada bangkit dari tujuh liang gua batu
dari tujuh talikan akar sungsang
Surup melayat hutan melayat gunung
Sayatan tangis karariang tak teduhteduh
Balai tak mampu lagi menyimpan patung sunyi (more…)
Puisi Arsyad Indradi : Nyanyian Laut
Monday, January 18th, 2010Nyanyian Laut
Hanya kepada laut mencurahkan suratan hidup
Angin pantai selatan tak pernah diam menakbirkan gemuruh ombak seluasluas laut
Manakala senja dan burungburung pada pulang
Dan nyanyian sunyi selepas ombak di pantai
Meronce buihbuih sepanjang semenanjung
Dari riwayat pelayaran yang panjang (more…)
PUISI, ESTETIKA DAN MASYARAKAT
Saturday, January 16th, 2010Abdul Hadi W. M.
Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada panitia oleh karena tidak dapat menumpukan pembicaraan kepada antologi yang dikirim kepada saya untuk dibahas dalam pertemuan ini. Alasannya sederhana, antologi tersebut baru saya terima seminggu sebelum saya berangkat ke Banjarmasin. Sungguh tidak mungkin saya dapat membaca antologi yang berisi lebih dari 100 sajak itu dalam waktu singkat. (more…)
Dari Antologi Puisi Bhs.Banjar dan terjmhn Bhs.Indons : BURINIK Karya Arsyad Indradi
Wednesday, November 11th, 2009Nagriku Saribu Sungai
Duduk di ujung lanting manjanaki banyu baarus sindum
Mendam marasaakan banua bangaran saribu sungai
Kaya apa batawas juakah lagi kenanya
Rumah lanting nang maulah asa banua sorang pina si’im (more…)
Puisi Perancis-Indonesia (1) : Musset & Musset Sang Penyair
Tuesday, August 18th, 2009Catatan Ringkas oleh : A.Kohar Ibrahim
BUKAN tak jarang orang dikisruhkan oleh nama-nama penyair serupa tapi beda seperti Musset dan Musset sang penyair yang menggores lembaran sejarah perpuisian Perancis. Terutama sekali bagi para pemula dalam mempelajari bahasa dan sastra bahasa Molliere itu. Lantaran dalam kenyataannya memang ada dua penyair Musset. Yang pertama hidup dalam pertengah Abad XIII adalah Colin Musset, terkenal sebagai penyair « vagabond » dengan muatan utama kreasi puisi terinspirasikan cintakasih. (more…)
Tiga Penyair Dunia ( 4 )
Sunday, July 19th, 2009George Noel Gordon Lord.Byron
Lahir di London, meninggal di Yunani (Missolunghi).Pelopor aliran Romantik di Eropah.Tulisannya adalah Fugitive Pieces (1806), Poems on Various Occasions (1807), Hours of Idleness (1807). Sajaknya yang terkenal adalah Childe’s Harold Pilgrimage, The Giaour, The Corsair, Lara. Salah satu sajaknya : (more…)









