IMPERIALISME BAHASA GAUL
Melihat perkembangan bahasa daerah Banjar sangat memperihatinkan, karena kian hari kian tercemar dan tergeser. Yang lebih memperihatinkan lagi adalah generasi muda Banjar sudah banyak yang melupakan bahasa daerahnya, bahkan ada yang tidak tahu sama sekali bahasa daerahnya. Ini sangat berasalan, bahwa munculnya istilah “ bahasa gaul “.
Bahasa gaul ini lah yang meracuni bahasa daerah Banjar. Bahasa gaul ini mewabah dalam pergaulan masyarakat Banjar terutama di daerah perkotaan. Munculnya bahasa gaul ini ke ruang publik secara luas, antara lain adalah pada siaran – siaran radio swasta terutama Radio Frekwensi Modulasi, dan televisi swasta menayangkan sinetron maupun acara lainnya memakai bahasa gaul.Desakan dari bahasa gaul ini ternyata bukan saja dialami oleh bahasa Banjar, tetapi juga dialami oleh bahasa Indonesia. Bahasa gaul ini sebagian besar didominasi oleh bahasa Jakarta ( dialek dan logat Betawi ).Sesungguhnya Negara menghargai dan mempertahankan semua bahasa daerah di Indonesia, namun pemakaiannya dalam ruang lingkup daerah itu sendiri dan pada ranah budaya. Pemakaian bahasa pada ruang publik secara luas tentu saja sebagai bahasa resmi dalam perhubungan pada tingkat nasional seperti pada salah satu fungsi bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa negara yang tercantum pasal 36 Bab XV UUD 1945. Di Riau, pernah mahasiswa Universitas Riau memperotes pemerintah dan masyarakatnya agar memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar pada sisuatsi resmi. Kembali kebahasa Banjar. Agar imperialis bahasa ini jangan sampai tertanam lebih dalam di banua Banjar, sepatutnyalah kita semua harus membendung imperialis ini. Pemerintaah daerah, lembaga bahasa, lembaga kebudayaan Banjar, masyarakat Banjar, lebih – lebih generasi muda Banjar lebih menanamkan kecintaan terhadap bahasa daerahnya dan bahasa Indonesia seperti pada ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928. Semoga.***** Arsyad Indradi


April 27th, 2009 at 15:06
supaya kalihatan nangkaya arti jua, jadi banyak yg handak bebahasa gaul
April 28th, 2009 at 07:45
Globalisasi dan retannya masyarakat Banjar dalam menyaring masukan dari budaya luar mau tidak mau akan mempengaruhi bahasa Banjar itu sendiri.. Sifat konsumtif dan gagap dalam dalam berbahasa, tidak “PeDe” dengan bahasa sendiri mau tidak mau bahasa Banjar akan tersingkirkan kecuali kosa kata tertentu.
Liat saja penyiar radio lebih suka menggunakan kata Gue..Elo. Nyokab..Bokap ..ke Jakarta-jakartaan..Dari pada Ulun..Pian, Unda..Ikam. Dalam pergaulan apa lagi…Miris juga ketika mendengar orang jawa tetap gaul dengan bahasanya, orang Batak tetap asyik dengan bahasanya..Urang Banua supan pakai bahasa surang dirumah surang pulang..Dimapa pang?????
Salam
Urang Banua
April 30th, 2009 at 18:06
Bagaimana mau membendung imperialis bahasa gaul tersebut dengan gigih kalau Pemerintah Pusat, Lembaga Bahasa Pusat, Menteri Pendidikan Nasional atau pun Perfi yang ada di Jakarta sendiri tidak ikut memhatikan keluhan di daerah atau cuek saja, jelas tidak akan berhasil. Apa lagi yang bernama Persatuan Perfilman Indonesia ( Perfi ), orang-orang banyak tidak tahu apa visi,misi dan tujuannya. TV-TV swasta asal tayang saja tidak memikirkan akibat buruk terhadap Bahasa Indonesia yang penting menguntungkan dari segi komersilnya. Penyiar-penyiar radio asal cuap-cuap dengan bahasa gaul tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya merusak bahasa Indonesia. Wah bahasa daerah bahkan bahasa Indonesia bagaimana nasibnya di masa depan kalau terus-terusan dijajah oleh bahasa gaul.
June 22nd, 2009 at 00:07
Mari kita lestarikan bahasa daerah sebagai bukti kesyukuran kita kepada Tuhan atas nikmat yang luar biasa berupa bahasa daerah dari-Nya!
Basa Banjar nitu sabujurnya kita pakai ja di Kalsel, biar di kantor atawa di lain tempat. Mun di kantor atawa di tempat elit lainnya pakai basa Indonesia, sama ai manyambati basa Banjar tu kada cucuk andakannya di atas. Basa Banjar nitu basa daerah nang harus dipakai. Sudah dibari Tuhan, kada dipakai lah? Katarlaluan ngarannya mun kaya nitu.
August 23rd, 2009 at 12:37
Benar sekali abah meskipun pengaruh bahasa gaul sangat kuat sebagai generasi muda jangan lupakan bahasa daerah kita dan bahasa Indonesia. Ulun hanya numpang lewat z abah lawas kada btamuan lwn pian meskipun hanya di di dunia maya n melihat kota seribu sungai
KHILAF KATA MENGUSIK RASA
KHILAF KELAKUAN MENYENYUH KALBU
KHILAF UCAPAN MERANGKAI DUSTA
KHILAF TINGKAH MENOREH LUKA
MARHABAN YA RAMADHAN SLAMT MENUNAIKAN IBADAH PUASA MHON MF LAHOT N BATHIN DARI ulun yg jauh diseberang
September 28th, 2009 at 20:15
of 227 5wedding gifts chinese1 assist 322from perfumes, to creams, oils to naturally occuring substances 169 0personalized wedding gifts406 provide lubrication, this then brings warm blood to the surface where it is lost through all of the above 8is 3 430monetary wedding gift2 with, 163Manual 9 631personalized wedding gifts3 Light Manual Muscle Relaxation as an allergy and oil free aid to lower leg circulation 163and 279 2wedding gifts ideas9 in 6to 1 6wedding gift suggestions2 many 585