Pantun – Pantun ( Arsyad Indradi )
Lebatnya tumbuh serumpun serai
Harum kembangnya tiada tara
Adat pusaka tidak dipakai
Rupa nan elok apa gunanya
Petik-petik daun sirih
Taruh di talam buat kinangan
Cantik-cantik gadis pilih
Siapa jua punya pinangan
Tanam bunga dalam jambangan
Mekar kembangnya menawan hati
Anak bangsa contoh tauladan
Menuntut ilmu membangun negeri
Kalau mandi air di sumur
Jangan lupakan bawa timbanya
Lestarikan adat leluhur
Berilmu tinggi sungguh berguna
Lembaran kertas jangan dicabik
Tapi lipatlah belah ketupat
Banyak orang pintar dan cerdik
Tapi tiada bermoral tiada beradat
Duduk di kursi merangkai janji
Janji dirangkai tipu muslihat
Pemerintah yang lupa diri
Hidup rakyatnya jadi melarat
Banyak orang menjual rupa
Manis di bibir bicara licin
Pilihlah orang dengan seksama
Orang yang layak jadi pemimpin
Jalannya menjadi lurus
Kalau kapal ada nakhoda
Negara menjadi bagus
Kalau pemimpin memang akhlinya
Samudra luas airnya biru
Berlayar ke negri cina
Berjuang bahu membahu
Membangun negri tercinta


March 27th, 2009 at 03:25
Kebanyakan orang sudah melupakan “pantun”. Padahal pantun itu banyak mengandung petuah, nasihat, petunjuk dll untuk memperbaiki martabat dan perilaku seseorang. Apalagi di sekolah pantun sangat asing bagi murid-murid. Sungguh menyedihkan !
May 7th, 2009 at 01:28
Ulun menyarankan bagaimana kalai musik latarnya tidak berbahasa inggris, tapi pian baca puisi, lagu banjar, atau iringan musik piano, gitar, atau biola klasik saja? langkar banar blog pian nih
May 7th, 2009 at 16:52
Ingin benar latar musiknya musik klasik atau aku sendiri baca puisi. Tetapi sampai saat ini masih mencari-cari belum ketemu.
July 13th, 2009 at 02:01
teruuskan penjelajahanmu dlam pengembangan sastrawan cilik dunia yang akan ymengharumkan nama indonesia kelak in 21 centrury
oke say ilove you may boy