KSSB


SALAM SASTRA
Sungguh suatu kebanggaan dan kehormatan bagi saya atas kunjungan Anda. Sebab kunjungan merupakan tali silaturrahmi yang melahirkan keakraban dan perdamaian di semesta ini. Saya berharap bertemu lagi lain waktu. .
Terima kasih
Arsyad Indradi
Kelompok Studi Sastra Banjarbaru
Jl.Pramuka No.16 RT 03 RW 06 Kelurahan Mentaos Banjarbaru 70711 Kalimantan Selatan,Indonesia
Telp. (0511) 4785603
HP. 081349573858
Email : merayusukma49@yahoo.co.id
zwani.com myspace graphic comments
Kunjungan
Terima Kasih kunjungan Anda
Rank
Maklumat
Untuk bahan rujukan,penelitian, referensi dan bahan pengajaran sastra, klik situs berikut ini : Penyair Nusantara Penyair Nusantara Penyair Kalsel Penyair Kalimantan Selatan Sastra Banua Banjar Sastra Banjar Arsyad Indradi Arsyad Indradi









Puisi Perancis-Indonesia (1) : Musset & Musset Sang Penyair

Catatan Ringkas oleh : A.Kohar Ibrahim

BUKAN tak jarang orang dikisruhkan oleh nama-nama penyair serupa tapi beda seperti Musset dan Musset sang penyair yang menggores lembaran sejarah perpuisian Perancis. Terutama sekali bagi para pemula dalam mempelajari bahasa dan sastra bahasa Molliere itu. Lantaran dalam kenyataannya memang ada dua penyair Musset. Yang pertama hidup dalam pertengah Abad XIII adalah Colin Musset, terkenal sebagai penyair « vagabond » dengan muatan utama kreasi puisi terinspirasikan cintakasih.


Sedangkan yang kedua, Alfred de Musset (1810-1857) – yang terkenal sebagai penyair kaum muda sepanjang masa. Dengan kreasi puisi cintakasihnya yang romantis, nyanyian suka-duka serta ironika manusia. Yang terungkap-angkat-kan juga dalam karya-karya sandiwara bersajaknya, seperti « Des Contes d’Espagne et d’Italie » atau « Dongeng-dongeng dari Spanyol dan Itali » (1829). Sedangkan di antara kreasi puisinya, selain yang panjang berjudul « Le Saul », juga sajak pendeknya «Tristesse » turut mengangkat namanya tersohor. Sebagai berikut :

TRISTESSE

J’ai perdu ma force et ma vie,
Et mes amis et ma gaîté ;
Qui faisait croire à mon génie.

Quand j’ai connu la Vérité,
J’ai cru que c’était une amie ;
Quand je l’ai comprise et sentie,
J’en étais déjà dégoûté.

Et pourtant elle est éternelle
Et ceux qui se sont passés d’elle
Ici-bas ont tout ignoré.

Dieu parle, il faut qu’on lui répondre.
Le seul bien qui me reste au monde
Est d’avoir quelquefois pleuré.

*
KESEDIHAN

Ku kehilangan tenaga dan jiwa ku,
Dan teman-teman ku juga gairah-ceria ku;
Mereka yang percaya akan kejeniusan ku.

Manakala ku tahu kebenaran hakiki,
Ku kira dia lah teman-perempuan ku;
Begitu ku ketahui dan mengenalnya,
Aku sudah merasa jenuh-jera.

Meski pun demikian dia abadi
Dan mereka yang telah berurusan dengannya
Di kolong langit ini semua tanpa peduli.

Tuhan bersabda, mestinya orang menyambutNya.
Satu-satunya milik ku yang tersisa di dunia ini
Iyalah kadang kala bisa mengalirkan air mata.

*
Versi Indonesia karya terjemahan oleh A.Kohar Ibrahim dari bahasa Perancis : « La Tristesse » in «Le Livre d’Or de la Poésie français », Pierre Seghers, Marabout Université. ***

3 Responses to “Puisi Perancis-Indonesia (1) : Musset & Musset Sang Penyair”

  1. Bunda Radith says:

    Eyang….pa kbr? puasa gak neh?
    Makin kreatif aja neh eyang, kumpulan puisinya mkn byk aja :)

  2. bundarie says:

    eyang…. laras jg kangen… hmm itu puisi diatas harus bener2 dihayati baru mengerti dech

  3. ahmad says:

    wah susah juga meresapi puisinya…..lum terbiasa….

    hmmm…klo boleh tau…lagu untuk sound effectnya ini lagunya siapa ya????

Leave a Reply

Link Sahabat
zwani.com myspace graphic comments
Wisata
Pasar Terapung
Pasar Terapung Lok Baintan
Lokasi Wisata Pasar Terapung Lok Baintan harus jadi perhatian kita bersama
Daerah Cempaka Banjarbaru
Lokasi Pendulangan intan Daerah Cempaka Banjarbaru,wisata yang mengasikkan
Antologi Puisi